Desember 18, 2012

Bisikan




Perasaan itu kembali muncul. Sejak sepekan yang lalu aku merasakan hal-hal aneh didalam diriku, aku berusaha untuk tidak memperdulikannya. Aku hanya menganggap itu cuma sebatas khayalanku belaka. Tapi sekali lagi, bisikan itu hadir. Samar. Namun apa yang terucap bisa kudengar sangat jelas.

“Untuk apa kau memikirkan orang yang sama sekali tak memikirkanmu. Bahkan untuk ingat saja, ia tak pernah. Lebih baik kau cari bidadari lain. Lupakan janji konyolmu itu”

Aku terdiam.

“Alasan kenapa kau lemah dan rapuh adalah karena kau tak bisa membuat pilihan”

Aku tetap membisu. Makhluk aneh ini ada benarnya juga pikirku.

“Berhentilah mencari orang yang bahkan tak ingin membagi apapun kepadamu. Aku yakin kejadian itu tak akan mudah membuatmu melupakannya begitu saja. Aku mengenal dirimu jauh sebelum nurani mengenalmu. Jangan sampai kau terjatuh kedalam lubang yang sama. Aku percaya, pecundang bisa mengubah takdirnya sendiri"

Namun kali ini, bibirku tak tinggal diam.

“Brengsek kau!! Tutup mulutmu. Aku tak pernah ingin mendengar omong kosongmu. Aku bisa urus diriku sendiri! Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Bukankah sudah kukatakan, jauhi aku. dan jangan ganggu aku!”

“Khu..khu..khu..khu… kau masih lemah!”

Dan saat itu juga, kepalaku terasa pusing. Pandanganku mulai kabur. Dan tiba-tiba, aku terbangun dari tidur siangku. Aku berdiri didepan cermin. Kudapati wajahku pucat pasih berpeluh keringat. Terlihat disekitar mataku mulai menghitam.

“Ada yang tidak beres dengan diriku…”






~to be continued… 




5 komentar:

  1. jangan banyak fikiran nauval.
    tenang aja..banyak berdoa ya..

    BalasHapus
  2. fiksi atau curhat sih ini? (O.O)

    BalasHapus
    Balasan
    1. fiksi kak. Tapi pemeran utamanya pakek nama yang sama. Bukan curhat. hahaha
      monolog lah..

      Hapus
  3. kenapa matanya menghitam?
    jangan-jangan pas tidur sebenernya digebukin mamahnya ya?
    hehe

    BalasHapus